© Reuters.

Mata uang Jepang yen menguat dan dolar AS masih bergerak datar pada hari Kamis (28/11) di Asia di tengah kekhawatiran meningkatnya ketegangan Cina-AS.
Pasangan USD/JPY melemah sebesar 0,1% ke 109,45 pada pukul 1:20 AM ET (05:20 GMT). Semalam, Presiden AS Donald Trump menandatangani dua rancangan undang-undang yang mendukung para pengunjuk rasa di Hong Kong menjadi undang-undang. Undang-undang itu berpotensi mempersulit perundingan perdagangan AS dengan Beijing.
Menanggapi langkah AS tersebut, Kementerian Luar Negeri Cina mengatakan dengan tegas menentang undang-undang itu dan mengancam akan mengambil langkah-langkah tegas, menyerukan segala upaya intervensi Hong Kong “ditakdirkan untuk gagal.”
Saham-saham di Cina dan Hong Kong berjatuhan hari ini setelah berita tersebut dengan yen diperdagangkan sedikit menguat. Sementara itu, data menunjukkan penjualan ritel Jepang anjlok 14,4% pada Oktober dari bulan sebelumnya dan data itu melampaui estimasi penurunan sebesar 10,4%.
“Yen Jepang menarik minat beli karena berita Trump menandatangani RUU Hong Kong,” kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities, dalam laporan Reuters.
“Perdagangan algoritmik bisa mendorong yen lebih jauh, tetapi kerugian dolar akan terbatas lantaran merilis data ekonomi AS yang positif yang telah mengangkat sentimen.”
Indeks dolar AS terakhir diperdagangkan di 98,248, sedikit berubah dari penutupan kemarin.
Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa produk domestik bruto meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,1%, dibandingkan dengan pembacaan pertama sebesar 1,9%. Dalam laporan terpisah, barang tahan lama naik 0,6% setelah jatuh 1,4% di bulan sebelumnya.
Pasangan AUD/USD turun sebesar 0,1%, sedangkan NZD/USD naik tipis 0,1%.