© Reuters.

Dolar AS menguat terhadap Yen Jumat pagi setelah data menunjukkan ekonomi AS meningkat sehingga mendorong investor untuk tidak berspekulasi mengenai penurunan suku bunga.
Pergerakan pasar mata uang terlihat masih tertahan dengan mata uang utama lainnya menghabiskan minggu ini di kisaran yang sama, menurut laporan yang dilansir Reuters Jumat (29/11) pagi, setelah berita utama perang dagang yang mengungkapkan isyarat tentang kapan atau bagaimana gencatan senjata mungkin bakal disepakati Washington dan Beijing.
Pada hari Jumat, dolar AS stabil di 109,51 per yen Jepang, setelah data Pertumbuhan AS menunjukkan adanya peningkatan pada kuartal ketiga.
The Fed juga menunjukkan prospek optimis di tengah peningkatan pasar tenaga kerja dan kemungkinan perubahan investasi bisnis.
Namun hal mendorong berkurangnya spekulasi penurunan suku bunga untuk tahun ini dan berikutnya, dengan pasar sekarang menyajikan peluang sebesar 5% bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga bulan depan dan sebagian besar memberikan ekspektasi tetap stabil.
Pound Inggris telah memperlihatkan kinerja yang baik pekan ini dan kembali bergerak naik setelah Partai Konservatif Perdana Menteri Boris Johnson memimpin perolehan suara dalam jajak pendapat menjelang pemilihan umum 12 Desember.
Sterling stabil pada Jumat pagi di level $1,2910, sedangkan euro bertahan di $1,1012. Dolar Australia terakhir diperdagangkan pada $ 0,6767. Dolar Selandia Baru datar pada hari Jumat di $ 0,6418. Yuan China stabil di 7,0287 per dolar dalam perdagangan lepas pantai.