© Reuters.

Harga emas stagnan pada Jumat (22/11) siang di Asia dan pasar masih terus pantau berita seputar perdagangan.
Emas berjangka untuk penyerahan Desember naik tipis 0,1% ke $1,465.85 pada pukul 1.35 PM ET (05:35 GMT).
Nasib dari kesepakatan “tahap satu” tetap menjadi fokus setelah Washington mengesahkan dua RUU yang dimaksudkan untuk mendukung pengunjuk rasa di Hong Kong dan mengirimkan pesan peringatan kepada Cina mengenai kebijakan hak asasi manusia negara itu.
Terlepas dari berita tersebut, Presiden Cina Xi Jinping mengatakan hari ini bahwa Cina masih ingin mencapai kesepakatan perdagangan awal dengan AS.
“Kami ingin menyelesaikan kesepakatan ‘tahap satu’ itu atas dasar saling menghormati dan kesetaraan,” tukas Xi di hadapan perwakilan forum internasional. “..Kami telah bekerja aktif untuk mencoba tidak melakukan perang dagang. Kami tidak memulai perang dagang ini dan ini bukan sesuatu yang kami inginkan.”
Namun, Xi mencatat bahwa Cina tidak takut untuk membalas jika diperlukan.
Sementara itu, Wall Street Journal juga melaporkan bahwa Beijing telah mengundang tim perunding dagang AS untuk membahas putaran baru pertemuan langsung kedua negara.
Meskipun bukan penggerak arah pasar, laporan Goldman Sachs (NYSE:GS) menarik atensi hari ini karena memprediksi ekonomi Cina akan tumbuh sebesar 5,8% pada tahun 2020, disokong oleh belanja konsumen yang tangguh dan meredanya ketegangan perdagangan.
“Kedua belah pihak memiliki insentif untuk melakukan tawar-menawar secara agresif dan masing-masing tampaknya merasa memiliki keuntungan sendir,” menurut laporan. “Kami melihat beberapa minggu ke depan sebagai fase krusial, sebelum implementasi tarif 15 Desember mulai diberlakukan.”